Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan MGMP Agustus 2025: "Optimalisasi Kecerdasan Buatan Memanfaatkan Gemini AI"

Yogyakarta, 25 Agustus 2025   – Memasuki era digital yang semakin maju, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 25 Agustus 2025. Mengusung tema kekinian "Membuat Media Pembelajaran Dengan Gemini AI", pertemuan yang berlangsung di Aula MAN 1 Sleman ini menghadirkan narasumber Bapak Suharyono, S.Pd., guru Geografi dari MAN 1 Bantul. Kegiatan yang diikuti para guru geografi se-DIY ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menunjang tugas keprofesionalan guru, khususnya dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Dalam pemaparannya, Bapak Suharyono berbagi pengalaman praktisnya menggunakan Gemini AI, sebuah model kecerdasan buatan dari Google, untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan perangkat pembelajaran. Ia mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dioptimalkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembe...

Pertemuan MGMP Juli 2025: "Menapaki Tahun Ajaran Baru dengan Pendekatan Deep Learning"

Yogyakarta, 28 Juli 2025   – Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin perdana pada Senin, 28 Juli 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, pertemuan awal tahun ini mengusung tema strategis "Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran" yang dihadiri puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY. Pertemuan kali ini menghadirkan narasumber utama Bapak Andi Hidayat, S.Pd., guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul yang juga menjabat sebagai Ketua MGMP Geografi MA DIY. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara komprehensif tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) mata pelajaran Geografi untuk tahun pelajaran baru yang mengadopsi pendekatan Deep Learning. "Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Geografi menekankan pada pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak untuk menggali konsep secara bermakna, menghubun...

2 Dampak Luas Wilayah Laut Indonesia

Luas wilayah Indonesia baik perairan maupun daratan ini memberikan beberapa dampak yang berpotensi positif/menguntungkan namun ada juga potensi negatifnya yang harus dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir. 1. Dampak Berpotensi Positif Dari Luas Wilayah Indonesia Wilayah daratan Indonesia yang luas memberikan potensi yang menguntungkan antara lain. Kawasan hutan yang masih luas baik tropis dan musim tropik memberikan hasil hutan yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Selain itu keanekaragaman fauna yang ada di dalamnya menjadi kekayaan hayati yang membanggakan. Di daerah tropis maka curah hujan yang cukup membuat tanah-tanah di wilayah Indonesia dapat dikembangkan untuk kegiatan pertanian lahan subur, sedangkan pada daerah yang berdekatan dengan katulistiwa yang merupakan kawasan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan aneka perkebunan Banyaknya rangkaian gunung berapi baik aktif maupun pasif menyebabkan lahan pertanian di Indoneisa makin subur dan dapat memberika...

4 Klasifikasi Peta

Peta secara umum didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi yang diperkecil dan disajikan pada bidang datar menggunakan skala serta simbol-simbol tertentu. Peta dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok utama berdasarkan isi, skala, dan bentuknya.  Klasifikasi peta : A. Berdasarkan Isinya Secara garis besar, peta dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan informasi yang disajikan:  Peta Umum: Menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum, baik fenomena alam maupun buatan manusia. Contohnya: Peta Topografi: Menampilkan relief permukaan bumi dengan garis kontur. Peta Korografi: Menampilkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum dengan skala sedang, seperti yang ada di dalam Atlas. Peta Dunia: Menampilkan seluruh permukaan bumi dengan skala yang sangat kecil. Peta Tematik (Khusus) : Hanya menggambarkan informasi dengan tema tertentu atau data spesifik. Contohnya: Peta Kepadatan Penduduk. Peta Geologi (struktur batuan). Peta Iklim dan Curah...

6 Contoh Wilayah Administratif

Wilayah administratif adalah pembagian wilayah geografis suatu negara yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah untuk tujuan pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum. Wilayah ini memiliki batas-batas jelas, diatur undang-undang, dan berfungsi memudahkan koordinasi serta distribusi sumber daya. 6 contoh wilayah administratif di Indonesia Provinsi: Merupakan wilayah kerja gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Contoh: Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY. Kabupaten/Kota: Tingkat di bawah provinsi. Contoh: Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta. Kecamatan/Distrik: Wilayah di bawah kabupaten/kota. Desa/Kelurahan: Unit pemerintahan terkecil. Wilayah Administratif Khusus: Kota Administrasi di DKI Jakarta (seperti Jakarta Selatan) yang bukan daerah otonom. Dusun/Padukuhan: Unit administratif terendah

9 Contoh Wilayah Perencanaan di IKN

Wilayah perencanaan adalah ruang geografis yang ditentukan berdasarkan kesatuan fungsional, karakteristik fisik, atau administratif untuk tujuan pembangunan tertentu. Wilayah ini melintasi batas administratif demi keterpaduan pengelolaan, seperti kawasan perkotaan, DAS, atau kawasan khusus. Wilayah perencanaan (atau planning region) merupakan unit ruang geografis yang dibatasi secara khusus untuk kepentingan penyusunan dan pelaksanaan rencana pembangunan atau pengembangan ekonomi.  Wilayah ini sering kali melintasi batas-batas administratif resmi guna menangani masalah bersama, seperti kemacetan, banjir, atau distribusi sumber daya, agar pembangunan lebih efisien dan terintegrasi. Beberapa wilayah Perencanaan di Indonesia antara lain : Wilayah Fungsional (Metropolitan/Jabodetabek): Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang direncanakan secara terpadu untuk transportasi (MRT/LRT), pengendalian banjir, dan pemukiman. Wilayah Berbasis Ekosistem (Daerah Aliran Su...

5 Contoh Wilayah Fungsional

Wilayah fungsional (nodal region) adalah area yang dicirikan oleh interaksi aktif dan keterkaitan fungsional antara pusat kegiatan (node) dan wilayah sekitarnya (hinterland), umumnya bersifat dinamis dan heterogen. Karakteristik Wilayah Fungsional: Dinamis dan Aktif: Interaksi keruangan (arus manusia, barang, dan jasa) terjadi secara terus-menerus. Heterogen: Terdiri dari komponen yang berbeda, seperti gabungan desa dan kota. Berpusat (Nodal): Memiliki satu pusat (core) yang mengendalikan wilayah sekitarnya.  Contoh Wilayah Fungsional di Indonesia: Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi): Jakarta berfungsi sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, sementara kota satelit di sekitarnya berfungsi sebagai penyedia tenaga kerja dan hunian, dihubungkan oleh transportasi. Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan): Kawasan yang berpusat di Surabaya sebagai pusat layanan ekonomi dan industri di Jawa Timur. Wilayah Metropolitan Bandung: ...