Wilayah fungsional (nodal region) adalah area yang dicirikan oleh interaksi aktif dan keterkaitan fungsional antara pusat kegiatan (node) dan wilayah sekitarnya (hinterland), umumnya bersifat dinamis dan heterogen.
Karakteristik Wilayah Fungsional:
- Dinamis dan Aktif: Interaksi keruangan (arus manusia, barang, dan jasa) terjadi secara terus-menerus.
- Heterogen: Terdiri dari komponen yang berbeda, seperti gabungan desa dan kota.
- Berpusat (Nodal): Memiliki satu pusat (core) yang mengendalikan wilayah sekitarnya.
Contoh Wilayah Fungsional di Indonesia:
- Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi): Jakarta berfungsi sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, sementara kota satelit di sekitarnya berfungsi sebagai penyedia tenaga kerja dan hunian, dihubungkan oleh transportasi.
- Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan): Kawasan yang berpusat di Surabaya sebagai pusat layanan ekonomi dan industri di Jawa Timur.
- Wilayah Metropolitan Bandung: Bandung sebagai inti dengan kota-kota di sekitarnya yang saling bergantung secara ekonomi.
- Pusat Perdagangan/Industri: Area yang menonjolkan hubungan fungsional, seperti kawasan industri Jababeka atau area pusat perbelanjaan di kota besar.
- Priangan Timur (Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut): Wilayah yang berinteraksi berdasarkan ketergantungan pelayanan sosial dan ekonomi.
