Langsung ke konten utama

2 Dampak Luas Wilayah Laut Indonesia


Luas wilayah Indonesia baik perairan maupun daratan ini memberikan beberapa dampak yang berpotensi positif/menguntungkan namun ada juga potensi negatifnya yang harus dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir.

1. Dampak Berpotensi Positif Dari Luas Wilayah Indonesia

Wilayah daratan Indonesia yang luas memberikan potensi yang menguntungkan antara lain.

  • Kawasan hutan yang masih luas baik tropis dan musim tropik memberikan hasil hutan yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Selain itu keanekaragaman fauna yang ada di dalamnya menjadi kekayaan hayati yang membanggakan.
  • Di daerah tropis maka curah hujan yang cukup membuat tanah-tanah di wilayah Indonesia dapat dikembangkan untuk kegiatan pertanian lahan subur, sedangkan pada daerah yang berdekatan dengan katulistiwa yang merupakan kawasan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan aneka perkebunan
  • Banyaknya rangkaian gunung berapi baik aktif maupun pasif menyebabkan lahan pertanian di Indoneisa makin subur dan dapat memberikan produktivitas tanah yang tinggi
  • Banyaknya tambang-tambang mineral logam maupun non logam dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk produktivitas di bidang Industri
  • Wilayah perairan Indonesia yang lebih luas dari daratan memberikan potensi yang menguntungkan antara lain :
    • Curah hujan yang tinggi dan adanya arus laut di dekat katulistiwa menyebabkan kadar garam wilayah perairan laut Indonesia tidak begitu tinggi sehingga keanekaragaman biota laut semakin banyak
    • Air laut yang cenderung lebih hangat menyebabkan banyak plankton yang dapat hidup dengan subur sehingga berbagai jenis ikanpun juga banyak. Hal ini tentu saja membuat terjaminnya masyarakat dan negara dari sektor perikanan.
    • Wilayah perairan laut yang luas juga berimbas pada kawasan tangkap yang lebih luas pula
    • Garis pantai yang luas membuat Indonesia memiliki banyak pantai-pantai indah yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan wisata alam
    • Wilayah perairan laut yang luas yang berbatasan dengan berbagai negara dapat memberikan peluang terbentuknya jalinan kerjasama antar negara tetangga untuk keamanan kawasan.
    • Wilayah perairan laut pedalaman yang cenderung aman untuk perhubungan antara benua dapat memberikan potensi perairan laut Indonesia sebagai poros maritim di Asia bahkan Dunia.

2. Dampak Berpotensi Negatif Dari Luas Wilayah Indonesia dan upaya penanggulangannya.

  • Wilayah daratan Indonesia terpisahkan oleh perairan menjadi ribuan pulau yang tersebar baik pulau kecil maupun besar, dapat menghambat perhubungan antar pulau tersebut. Agar perhubungan lebih lancar maka perlu ditingkatkan pembangunan berbagai prasarana sarana transportasi terutama laut yang memisahkan pulau-pulau maupun transportasi udara. Dengan lengkapnya prasarana transportasi antar pulau maka rendahnya tingkat aksesibilitas dapat berubah menjadi tinggi.
  • Wilayah laut yang lebih luas dari pada daratan memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar dalam hal pengawasan dan menjaga pertahanan dan keamanan negara, apalagi di wilayah perairan terluar yang berhubungan langsung dengan negara lain. Untuk itu diperlukan koordinasi atau kerjasama dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dalam hal menjaga perbatasan agar tidak terjadi konflik di masa datang

Postingan populer dari blog ini

LKP Digital Interactive Memanfaatkan Deep Seek

LKPD Digital Interaktif - Atmosfer & Cuaca 🌤️ LKPD Digital Interaktif - Atmosfer & Cuaca Nama Siswa Kelas Sekolah 📖 A. Petunjuk Penggunaan 1. Bacalah setiap instruksi dengan teliti 2. Kerjakan soal langsung pada lembar digital 3. Klik Finish setelah selesai 4. Periksa skor hasil pekerjaan 🎯 B. Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan lapisan atmosfer 2. Mengidentifikasi unsur cuaca dan iklim 3. Menganalisis fenomena cuaca 🖱️ C. Kegiatan 1: Drag & Drop Petunjuk: Seret jawaban ke tempa...

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Guru Geografi Melek AI: MGMP MA DIY Bagikan Praktik Baik Membuat Soal Ulangan Harian Berbasis HTML

Yogyakarta, 18 Mei 2026 – Memasuki penghujung tahun ajaran 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pertemuan rutin pada Senin, 18 Mei 2026. Bertempat di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, pertemuan kali ini mengusung dua agenda utama, yaitu berbagi praktik baik tentang instrumen penilaian berbasis teknologi dan penyusunan jadwal kegiatan MGMP untuk tahun ajaran mendatang. Praktik Baik: Soal Ulangan Harian Berbasis HTML dengan AI Pada sesi pertama, Bapak Andi Hidayat, S.Pd., Ketua MGMP Geografi MA DIY sekaligus guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul, tampil sebagai narasumber dalam sesi berbagi praktik baik dengan tema "Instrumen Penilaian". Beliau menyampaikan materi inovatif tentang cara membuat soal Ulangan Harian berbasis HTML yang siap pakai dengan memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini. Dalam pemaparannya, Bapak Andi mendemonst...