Langsung ke konten utama

Pertemuan MGMP Juli 2025: "Menapaki Tahun Ajaran Baru dengan Pendekatan Deep Learning"


Yogyakarta, 28 Juli 2025 – Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin perdana pada Senin, 28 Juli 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, pertemuan awal tahun ini mengusung tema strategis "Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran" yang dihadiri puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY.

Pertemuan kali ini menghadirkan narasumber utama Bapak Andi Hidayat, S.Pd., guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul yang juga menjabat sebagai Ketua MGMP Geografi MA DIY. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara komprehensif tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) mata pelajaran Geografi untuk tahun pelajaran baru yang mengadopsi pendekatan Deep Learning.

"Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Geografi menekankan pada pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak untuk menggali konsep secara bermakna, menghubungkan antar materi, dan menerapkannya dalam konteks kehidupan nyata. CP dan ATP yang kita susun harus mampu mengakomodasi proses pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful agar siswa benar-benar mengalami proses belajar yang transformatif," jelas Bapak Andi di hadapan para peserta.

Ia memaparkan secara rinci alur pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, mulai dari pemahaman konsep dasar geografi, keterampilan analisis spasial, hingga kemampuan memecahkan masalah kebencanaan dan tata ruang di lingkungan sekitarnya.

Selain pembahasan akademik, pertemuan ini juga menjadi ajang penting untuk merencanakan program kerja setahun ke depan. Para guru berdiskusi dan menyepakati jadwal kegiatan rutin MGMP selama tahun ajaran 2025-2026, termasuk rencana pertemuan bulanan, workshop, dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan lainnya.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai penghujung acara saat dilakukan pembagian sertifikat kegiatan MGMP tahun ajaran 2024-2025 yang lalu. Para guru menerima apresiasi atas partisipasi dan kontribusi aktif mereka selama setahun terakhir dalam berbagai pertemuan dan kegiatan MGMP.

"Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi rekan-rekan semua selama ini. Semoga sertifikat ini menjadi pengingat akan komitmen kita untuk terus belajar dan berkembang bersama. Mari kita sambut tahun ajaran baru dengan semangat baru dan inovasi-inovasi baru untuk kemajuan pembelajaran Geografi di madrasah kita masing-masing," ujar Bapak Andi saat menyerahkan sertifikat secara simbolis.

Melalui pertemuan awal tahun ini, MGMP Geografi MA DIY bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi di lingkungan madrasah, dengan fokus pada pendalaman materi, inovasi metode, dan penguatan kolaborasi antar guru demi mencetak generasi yang cinta geografi dan peduli terhadap lingkungannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Pertemuan MGMP Februari 2026 : "Pembelajaran Geografi yang Inovatif"

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di MAN 3 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengusung tema "Berbagi Praktik Baik: Model Pembelajaran" yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru geografi dalam menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini menghadirkan dua narasumber praktisi, yakni Ibu Dhany Melyana, S.Pd. dan Bapak Achmad Baidowi, S.Pd., keduanya merupakan guru Geografi dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Dhany Melyana memaparkan penerapan model pembelajaran Project Exhibition pada materi Mitigasi Bencana di kelas XI. Ia menjelaskan bagaimana model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis siswa tentang kebencanaan, tetapi juga melatih mereka untuk menghasilkan karya nyata...

2 Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap). Karakteristik Wilayah Formal : Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut. Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah. Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku.  1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami) Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi:  Wilayah Pegunungan Kapur (Karst) : Wilayah dengan karakteristik tanah kapur. Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim. Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam. Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi.  2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia:  Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebara...