Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan MGMP Oktober 2025: "Optimalisasi Padlet untuk Administrasi dan Pembelajaran Geografi Interaktif"

Yogyakarta, 27 Oktober 2025   – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 27 Oktober 2025. Bertempat di Aula MAN 1 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengangkat tema "Pemanfaatan Aplikasi di Web Padlet TA Untuk Kegiatan Pembelajaran Geografi" dengan menghadirkan narasumber Ibu Harmiyati, M.Sc. ,   guru Geografi dari MAN 4 Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan pemanfaatan platform digital Padlet TA sebagai sarana pendukung administrasi pembelajaran sekaligus media pembelajaran interaktif bagi siswa. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Harmiyati memaparkan bagaimana ia mengoptimalkan fitur-fitur yang tersedia di Padlet TA untuk berbagai keperluan. Tidak hanya untuk menyusun dan mendokumentasikan administrasi pembelajaran seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ...

Pertemuan MGMP September 2025: "Inovasi Pembelajaran Geografi Melalui Game Edukasi Flippity"

Yogyakarta, 29 September 2025 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 29 September 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Sleman, pertemuan kali ini mengangkat tema "Membuat Game Edukasi Dengan Aplikasi Flippity" yang menghadirkan narasumber Ibu Hastuti Praptiningsih, M.Pd., guru Geografi dari MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempraktikkan pembuatan game edukasi interaktif menggunakan platform Flippity, sebuah aplikasi berbasis spreadsheet yang dapat diubah menjadi berbagai permainan menarik. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Hastuti mendemonstrasikan bagaimana ia memanfaatkan Flippity untuk menciptakan beragam game edukasi yang mendukung kegiatan pembelajaran Geografi di kelas. Dengan memanfaatkan template yang tersedia dan data sederhana dari Google Sheets, ia mampu membuat permain...

Pertemuan MGMP Agustus 2025: "Optimalisasi Kecerdasan Buatan Memanfaatkan Gemini AI"

Yogyakarta, 25 Agustus 2025   – Memasuki era digital yang semakin maju, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 25 Agustus 2025. Mengusung tema kekinian "Membuat Media Pembelajaran Dengan Gemini AI", pertemuan yang berlangsung di Aula MAN 1 Sleman ini menghadirkan narasumber Bapak Suharyono, S.Pd., guru Geografi dari MAN 1 Bantul. Kegiatan yang diikuti para guru geografi se-DIY ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menunjang tugas keprofesionalan guru, khususnya dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Dalam pemaparannya, Bapak Suharyono berbagi pengalaman praktisnya menggunakan Gemini AI, sebuah model kecerdasan buatan dari Google, untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan perangkat pembelajaran. Ia mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dioptimalkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembe...

Pertemuan MGMP Juli 2025: "Menapaki Tahun Ajaran Baru dengan Pendekatan Deep Learning"

Yogyakarta, 28 Juli 2025   – Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin perdana pada Senin, 28 Juli 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, pertemuan awal tahun ini mengusung tema strategis "Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran" yang dihadiri puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY. Pertemuan kali ini menghadirkan narasumber utama Bapak Andi Hidayat, S.Pd., guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul yang juga menjabat sebagai Ketua MGMP Geografi MA DIY. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara komprehensif tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) mata pelajaran Geografi untuk tahun pelajaran baru yang mengadopsi pendekatan Deep Learning. "Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Geografi menekankan pada pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak untuk menggali konsep secara bermakna, menghubun...

2 Dampak Luas Wilayah Laut Indonesia

Luas wilayah Indonesia baik perairan maupun daratan ini memberikan beberapa dampak yang berpotensi positif/menguntungkan namun ada juga potensi negatifnya yang harus dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir. 1. Dampak Berpotensi Positif Dari Luas Wilayah Indonesia Wilayah daratan Indonesia yang luas memberikan potensi yang menguntungkan antara lain. Kawasan hutan yang masih luas baik tropis dan musim tropik memberikan hasil hutan yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Selain itu keanekaragaman fauna yang ada di dalamnya menjadi kekayaan hayati yang membanggakan. Di daerah tropis maka curah hujan yang cukup membuat tanah-tanah di wilayah Indonesia dapat dikembangkan untuk kegiatan pertanian lahan subur, sedangkan pada daerah yang berdekatan dengan katulistiwa yang merupakan kawasan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan aneka perkebunan Banyaknya rangkaian gunung berapi baik aktif maupun pasif menyebabkan lahan pertanian di Indoneisa makin subur dan dapat memberika...

4 Klasifikasi Peta

Peta secara umum didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi yang diperkecil dan disajikan pada bidang datar menggunakan skala serta simbol-simbol tertentu. Peta dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok utama berdasarkan isi, skala, dan bentuknya.  Klasifikasi peta : A. Berdasarkan Isinya Secara garis besar, peta dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan informasi yang disajikan:  Peta Umum: Menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum, baik fenomena alam maupun buatan manusia. Contohnya: Peta Topografi: Menampilkan relief permukaan bumi dengan garis kontur. Peta Korografi: Menampilkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum dengan skala sedang, seperti yang ada di dalam Atlas. Peta Dunia: Menampilkan seluruh permukaan bumi dengan skala yang sangat kecil. Peta Tematik (Khusus) : Hanya menggambarkan informasi dengan tema tertentu atau data spesifik. Contohnya: Peta Kepadatan Penduduk. Peta Geologi (struktur batuan). Peta Iklim dan Curah...

6 Contoh Wilayah Administratif

Wilayah administratif adalah pembagian wilayah geografis suatu negara yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah untuk tujuan pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum. Wilayah ini memiliki batas-batas jelas, diatur undang-undang, dan berfungsi memudahkan koordinasi serta distribusi sumber daya. 6 contoh wilayah administratif di Indonesia Provinsi: Merupakan wilayah kerja gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Contoh: Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY. Kabupaten/Kota: Tingkat di bawah provinsi. Contoh: Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta. Kecamatan/Distrik: Wilayah di bawah kabupaten/kota. Desa/Kelurahan: Unit pemerintahan terkecil. Wilayah Administratif Khusus: Kota Administrasi di DKI Jakarta (seperti Jakarta Selatan) yang bukan daerah otonom. Dusun/Padukuhan: Unit administratif terendah