Langsung ke konten utama

Pertemuan MGMP September 2025: "Inovasi Pembelajaran Geografi Melalui Game Edukasi Flippity"


Yogyakarta, 29 September 2025 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 29 September 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Sleman, pertemuan kali ini mengangkat tema "Membuat Game Edukasi Dengan Aplikasi Flippity" yang menghadirkan narasumber Ibu Hastuti Praptiningsih, M.Pd., guru Geografi dari MAN 2 Yogyakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempraktikkan pembuatan game edukasi interaktif menggunakan platform Flippity, sebuah aplikasi berbasis spreadsheet yang dapat diubah menjadi berbagai permainan menarik.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Hastuti mendemonstrasikan bagaimana ia memanfaatkan Flippity untuk menciptakan beragam game edukasi yang mendukung kegiatan pembelajaran Geografi di kelas. Dengan memanfaatkan template yang tersedia dan data sederhana dari Google Sheets, ia mampu membuat permainan seperti flashcard interaktif, teka-teki silang, papan peringkat, kuis gaya "Who Wants to Be a Millionaire?", hingga permainan papan virtual.

"Flippity menjadi solusi praktis bagi guru yang ingin menghadirkan elemen permainan dalam pembelajaran tanpa perlu keahlian coding yang rumit. Cukup dengan mengisi data di spreadsheet, dalam hitungan menit kita sudah memiliki game yang siap digunakan. Siswa-siswi saya sangat antusias karena mereka bisa belajar Geografi dengan cara yang berbeda dan menyenangkan," papar Ibu Hastuti di hadapan peserta.

Ia juga menunjukkan bagaimana game-game tersebut dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam pembelajaran, baik untuk kegiatan pendahuluan, inti, maupun evaluasi. Para siswa, menurutnya, menjadi lebih termotivasi untuk menguasai materi karena dikemas dalam tantangan-tantangan menarik.

Merespons pemaparan yang inspiratif tersebut, Ketua MGMP Geografi MA DIY, Bapak Andi Hidayat, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Hastuti. Ia kembali menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

"Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan inisiatif Ibu Hastuti dalam mengeksplorasi Flippity. Pengalaman yang dibagikan hari ini membuktikan bahwa membuat game edukasi tidaklah sulit dan tidak memerlukan biaya mahal. Saya kembali mengajak rekan-rekan guru Geografi di lingkungan MGMP MA DIY untuk terus bereksplorasi memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran online yang banyak pilihannya di internet. Dengan menghadirkan inovasi seperti ini, kita dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa, sehingga mereka semakin tertarik dan mencintai pelajaran Geografi," tegas Bapak Andi.

Pertemuan yang berlangsung interaktif ini juga diisi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diajak membuat game sederhana menggunakan Flippity, dipandu langkah demi langkah oleh Ibu Hastuti. Suasana menjadi hangat saat para guru saling berdiskusi dan membantu satu sama lain dalam proses pembuatan game.

Melalui pertemuan ini, MGMP Geografi MA DIY berharap para guru semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan inovasi pembelajaran, sehingga kegiatan belajar Geografi tidak lagi identik dengan hafalan membosankan, tetapi menjadi petualangan seru yang dinanti-nantikan siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Pertemuan MGMP Februari 2026 : "Pembelajaran Geografi yang Inovatif"

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di MAN 3 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengusung tema "Berbagi Praktik Baik: Model Pembelajaran" yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru geografi dalam menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini menghadirkan dua narasumber praktisi, yakni Ibu Dhany Melyana, S.Pd. dan Bapak Achmad Baidowi, S.Pd., keduanya merupakan guru Geografi dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Dhany Melyana memaparkan penerapan model pembelajaran Project Exhibition pada materi Mitigasi Bencana di kelas XI. Ia menjelaskan bagaimana model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis siswa tentang kebencanaan, tetapi juga melatih mereka untuk menghasilkan karya nyata...

2 Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap). Karakteristik Wilayah Formal : Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut. Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah. Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku.  1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami) Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi:  Wilayah Pegunungan Kapur (Karst) : Wilayah dengan karakteristik tanah kapur. Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim. Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam. Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi.  2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia:  Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebara...