Langsung ke konten utama

2 Contoh Wilayah Formal


Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap).

Karakteristik Wilayah Formal :

  • Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut.
  • Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah.
  • Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku. 

1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami)

Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi: 

  • Wilayah Pegunungan Kapur (Karst): Wilayah dengan karakteristik tanah kapur.
  • Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim.
  • Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam.
  • Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi. 


2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya

Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia: 

  • Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebaran suku tertentu.
  • Wilayah Industri Tekstil: Area yang didominasi pabrik tekstil.
  • Wilayah Pertanian Sawah Basah: Area yang didominasi oleh jenis pertanian tertentu.
  • Wilayah Kesultanan Yogyakarta: Berdasarkan batasan administrasi/adat.
  • Permukiman Pecinan: Kawasan dengan budaya tertentu. 

Postingan populer dari blog ini

LKP Digital Interactive Memanfaatkan Deep Seek

LKPD Digital Interaktif - Atmosfer & Cuaca 🌤️ LKPD Digital Interaktif - Atmosfer & Cuaca Nama Siswa Kelas Sekolah 📖 A. Petunjuk Penggunaan 1. Bacalah setiap instruksi dengan teliti 2. Kerjakan soal langsung pada lembar digital 3. Klik Finish setelah selesai 4. Periksa skor hasil pekerjaan 🎯 B. Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan lapisan atmosfer 2. Mengidentifikasi unsur cuaca dan iklim 3. Menganalisis fenomena cuaca 🖱️ C. Kegiatan 1: Drag & Drop Petunjuk: Seret jawaban ke tempa...

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Guru Geografi Melek AI: MGMP MA DIY Bagikan Praktik Baik Membuat Soal Ulangan Harian Berbasis HTML

Yogyakarta, 18 Mei 2026 – Memasuki penghujung tahun ajaran 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pertemuan rutin pada Senin, 18 Mei 2026. Bertempat di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, pertemuan kali ini mengusung dua agenda utama, yaitu berbagi praktik baik tentang instrumen penilaian berbasis teknologi dan penyusunan jadwal kegiatan MGMP untuk tahun ajaran mendatang. Praktik Baik: Soal Ulangan Harian Berbasis HTML dengan AI Pada sesi pertama, Bapak Andi Hidayat, S.Pd., Ketua MGMP Geografi MA DIY sekaligus guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul, tampil sebagai narasumber dalam sesi berbagi praktik baik dengan tema "Instrumen Penilaian". Beliau menyampaikan materi inovatif tentang cara membuat soal Ulangan Harian berbasis HTML yang siap pakai dengan memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini. Dalam pemaparannya, Bapak Andi mendemonst...