Langsung ke konten utama

Pertemuan MGMP November 2025: "Gamifikasi Pembelajaran Geografi Melalui Platform Gamilab"

 


Bantul, 17 November 2025 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 17 November 2025. Bertempat di MA Al Muna Giriloyo Imogiri Kabupaten Bantul, pertemuan kali ini mengangkat tema inovatif "Pemanfaatan Aplikasi di Web Gamilab Untuk Kegiatan Pembelajaran Geografi" yang menghadirkan Ibu Elida Nurrohmah, M.Sc., guru Geografi dari MA Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, sebagai narasumber.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi se-DIY ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Ibu Elida berbagi pengalaman praktisnya dalam mengintegrasikan platform Gamilab ke dalam kegiatan pembelajaran di kelasnya.

Dalam pemaparannya, Ibu Elida menjelaskan bagaimana Gamilab, sebuah platform berbasis web yang memungkinkan guru membuat permainan edukatif interaktif, telah membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar Geografi di MA Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Ia memaparkan empat umpan balik positif yang diterima dari para siswinya setelah menerapkan platform tersebut.

Pertama, Ibu Elida mengungkapkan bahwa siswi-siswinya menunjukkan antusiasme yang tinggi dan benar-benar ingin mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Kedua, ia menyoroti fitur umpan balik korektif instan yang diterima siswa saat bermain, sehingga mereka dapat langsung mengetahui kesalahan dan belajar dari proses tersebut. Ketiga, fitur penilaian otomatis yang disediakan Gamilab dinilai sangat membantu guru dalam menghemat waktu berjam-jam setiap minggu yang biasanya digunakan untuk mengoreksi tugas secara manual. Yang paling menarik, keempat, adalah para siswi justru meminta lebih banyak "pekerjaan rumah" di akhir pekan – sebuah fenomena yang jarang terjadi dalam pembelajaran konvensional.

"Saya awalnya hanya ingin mencoba sesuatu yang berbeda, tetapi respons dari siswi-siswi sungguh di luar dugaan. Mereka menikmati proses belajar sambil bermain, dan yang terpenting, pemahaman mereka terhadap materi Geografi meningkat pesat," ungkap Ibu Elida saat sesi berbagi pengalaman.

Merespons pemaparan tersebut, Ketua MGMP Geografi MA DIY, Bapak Andi Hidayat, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Elida atas inovasi dan pengalaman berharga yang telah dibagikan. Ia menekankan pentingnya adaptasi dan eksplorasi teknologi dalam dunia pendidikan.

"Saya mengapresiasi kreativitas Ibu Elida dalam memanfaatkan platform Gamilab. Pengalaman ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat mengubah persepsi siswa terhadap pelajaran dan tugas. Saya mengajak rekan-rekan guru Geografi di lingkungan MGMP MA DIY untuk terus bereksplorasi memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran online yang banyak pilihannya di internet. Tujuannya jelas, agar siswa-siswi kita semakin tertarik, termotivasi, dan mencintai pelajaran Geografi," tegas bapak Andi.

Pertemuan yang berlangsung interaktif ini juga diisi dengan praktik singkat pembuatan permainan sederhana menggunakan Gamilab, dipandu langsung oleh Ibu Elida. Para peserta tampak antusias mencoba dan merancang permainan yang dapat langsung diimplementasikan di madrasah masing-masing.

Melalui pertemuan ini, MGMP Geografi MA DIY berharap semakin banyak guru yang terinspirasi untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam pembelajaran, sehingga kegiatan belajar Geografi tidak lagi dianggap membosankan, tetapi justru dinanti-nantikan oleh para siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Pertemuan MGMP Februari 2026 : "Pembelajaran Geografi yang Inovatif"

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di MAN 3 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengusung tema "Berbagi Praktik Baik: Model Pembelajaran" yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru geografi dalam menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini menghadirkan dua narasumber praktisi, yakni Ibu Dhany Melyana, S.Pd. dan Bapak Achmad Baidowi, S.Pd., keduanya merupakan guru Geografi dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Dhany Melyana memaparkan penerapan model pembelajaran Project Exhibition pada materi Mitigasi Bencana di kelas XI. Ia menjelaskan bagaimana model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis siswa tentang kebencanaan, tetapi juga melatih mereka untuk menghasilkan karya nyata...

2 Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap). Karakteristik Wilayah Formal : Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut. Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah. Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku.  1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami) Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi:  Wilayah Pegunungan Kapur (Karst) : Wilayah dengan karakteristik tanah kapur. Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim. Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam. Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi.  2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia:  Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebara...