Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan MGMP Februari 2026 : "Pembelajaran Geografi yang Inovatif"

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di MAN 3 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengusung tema "Berbagi Praktik Baik: Model Pembelajaran" yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru geografi dalam menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini menghadirkan dua narasumber praktisi, yakni Ibu Dhany Melyana, S.Pd. dan Bapak Achmad Baidowi, S.Pd., keduanya merupakan guru Geografi dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Dhany Melyana memaparkan penerapan model pembelajaran Project Exhibition pada materi Mitigasi Bencana di kelas XI. Ia menjelaskan bagaimana model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis siswa tentang kebencanaan, tetapi juga melatih mereka untuk menghasilkan karya nyata...

Pertemuan MGMP Januari 2026: "Mengintegrasikan Analisis Geospasial dalam Pembelajaran Geografi"

  Yogyakarta, 19 Januari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 19 Januari 2026. Bertempat di Aula MAN 1 Yogyakarta, pertemuan kali ini menghadirkan narasumber istimewa, Ibu Dr. Lina Wahyuni, Ketua Perkumpulan Ahli Sains Informasi Geografi Indonesia (PAGI), yang membawakan materi berjudul "Manfaat Analisis Geospasial Bagi Tata Ruang dan Manajemen Bencana". Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkaya wawasan para pendidik mengenai perkembangan terkini dalam bidang geospasial serta mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam pemaparannya, Dr. Lina Wahyuni menjelaskan secara komprehensif tentang pemanfaatan Analisis Geospasial dalam berbagai kegiatan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau memberikan contoh konkret bagaimana teknologi pemetaan dan data spasial digunakan dalam pe...

Pertemuan MGMP November 2025: "Gamifikasi Pembelajaran Geografi Melalui Platform Gamilab"

  Bantul, 17 November 2025 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 17 November 2025. Bertempat di MA Al Muna Giriloyo Imogiri Kabupaten Bantul, pertemuan kali ini mengangkat tema inovatif " Pemanfaatan Aplikasi di Web Gamilab Untuk Kegiatan Pembelajaran Geografi " yang menghadirkan Ibu Elida Nurrohmah, M.Sc., guru Geografi dari MA Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, sebagai narasumber. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi se-DIY ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Ibu Elida berbagi pengalaman praktisnya dalam mengintegrasikan platform Gamilab ke dalam kegiatan pembelajaran di kelasnya. Dalam pemaparannya, Ibu Elida menjelaskan bagaimana Gamilab, sebuah platform berbasis web yang memungkinkan guru membuat permainan edukatif interaktif, telah membawa per...

Pertemuan MGMP Oktober 2025: "Optimalisasi Padlet untuk Administrasi dan Pembelajaran Geografi Interaktif"

Yogyakarta, 27 Oktober 2025   – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 27 Oktober 2025. Bertempat di Aula MAN 1 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengangkat tema "Pemanfaatan Aplikasi di Web Padlet TA Untuk Kegiatan Pembelajaran Geografi" dengan menghadirkan narasumber Ibu Harmiyati, M.Sc. ,   guru Geografi dari MAN 4 Sleman. Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan pemanfaatan platform digital Padlet TA sebagai sarana pendukung administrasi pembelajaran sekaligus media pembelajaran interaktif bagi siswa. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Harmiyati memaparkan bagaimana ia mengoptimalkan fitur-fitur yang tersedia di Padlet TA untuk berbagai keperluan. Tidak hanya untuk menyusun dan mendokumentasikan administrasi pembelajaran seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ...

Pertemuan MGMP September 2025: "Inovasi Pembelajaran Geografi Melalui Game Edukasi Flippity"

Yogyakarta, 29 September 2025 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pertemuan rutin bulanan pada Senin, 29 September 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Sleman, pertemuan kali ini mengangkat tema "Membuat Game Edukasi Dengan Aplikasi Flippity" yang menghadirkan narasumber Ibu Hastuti Praptiningsih, M.Pd., guru Geografi dari MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh para guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempraktikkan pembuatan game edukasi interaktif menggunakan platform Flippity, sebuah aplikasi berbasis spreadsheet yang dapat diubah menjadi berbagai permainan menarik. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Hastuti mendemonstrasikan bagaimana ia memanfaatkan Flippity untuk menciptakan beragam game edukasi yang mendukung kegiatan pembelajaran Geografi di kelas. Dengan memanfaatkan template yang tersedia dan data sederhana dari Google Sheets, ia mampu membuat permain...

Pertemuan MGMP Agustus 2025: "Optimalisasi Kecerdasan Buatan Memanfaatkan Gemini AI"

Yogyakarta, 25 Agustus 2025   – Memasuki era digital yang semakin maju, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 25 Agustus 2025. Mengusung tema kekinian "Membuat Media Pembelajaran Dengan Gemini AI", pertemuan yang berlangsung di Aula MAN 1 Sleman ini menghadirkan narasumber Bapak Suharyono, S.Pd., guru Geografi dari MAN 1 Bantul. Kegiatan yang diikuti para guru geografi se-DIY ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menunjang tugas keprofesionalan guru, khususnya dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Dalam pemaparannya, Bapak Suharyono berbagi pengalaman praktisnya menggunakan Gemini AI, sebuah model kecerdasan buatan dari Google, untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan perangkat pembelajaran. Ia mendemonstrasikan bagaimana platform tersebut dapat dioptimalkan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembe...

Pertemuan MGMP Juli 2025: "Menapaki Tahun Ajaran Baru dengan Pendekatan Deep Learning"

Yogyakarta, 28 Juli 2025   – Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin perdana pada Senin, 28 Juli 2025. Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, pertemuan awal tahun ini mengusung tema strategis "Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran" yang dihadiri puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY. Pertemuan kali ini menghadirkan narasumber utama Bapak Andi Hidayat, S.Pd., guru Geografi di MAN 1 Gunungkidul yang juga menjabat sebagai Ketua MGMP Geografi MA DIY. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara komprehensif tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) mata pelajaran Geografi untuk tahun pelajaran baru yang mengadopsi pendekatan Deep Learning. "Pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran Geografi menekankan pada pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak untuk menggali konsep secara bermakna, menghubun...

2 Dampak Luas Wilayah Laut Indonesia

Luas wilayah Indonesia baik perairan maupun daratan ini memberikan beberapa dampak yang berpotensi positif/menguntungkan namun ada juga potensi negatifnya yang harus dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir. 1. Dampak Berpotensi Positif Dari Luas Wilayah Indonesia Wilayah daratan Indonesia yang luas memberikan potensi yang menguntungkan antara lain. Kawasan hutan yang masih luas baik tropis dan musim tropik memberikan hasil hutan yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Selain itu keanekaragaman fauna yang ada di dalamnya menjadi kekayaan hayati yang membanggakan. Di daerah tropis maka curah hujan yang cukup membuat tanah-tanah di wilayah Indonesia dapat dikembangkan untuk kegiatan pertanian lahan subur, sedangkan pada daerah yang berdekatan dengan katulistiwa yang merupakan kawasan lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan aneka perkebunan Banyaknya rangkaian gunung berapi baik aktif maupun pasif menyebabkan lahan pertanian di Indoneisa makin subur dan dapat memberika...

4 Klasifikasi Peta

Peta secara umum didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi yang diperkecil dan disajikan pada bidang datar menggunakan skala serta simbol-simbol tertentu. Peta dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok utama berdasarkan isi, skala, dan bentuknya.  Klasifikasi peta : A. Berdasarkan Isinya Secara garis besar, peta dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan informasi yang disajikan:  Peta Umum: Menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum, baik fenomena alam maupun buatan manusia. Contohnya: Peta Topografi: Menampilkan relief permukaan bumi dengan garis kontur. Peta Korografi: Menampilkan seluruh atau sebagian permukaan bumi secara umum dengan skala sedang, seperti yang ada di dalam Atlas. Peta Dunia: Menampilkan seluruh permukaan bumi dengan skala yang sangat kecil. Peta Tematik (Khusus) : Hanya menggambarkan informasi dengan tema tertentu atau data spesifik. Contohnya: Peta Kepadatan Penduduk. Peta Geologi (struktur batuan). Peta Iklim dan Curah...

6 Contoh Wilayah Administratif

Wilayah administratif adalah pembagian wilayah geografis suatu negara yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah untuk tujuan pengelolaan pemerintahan, pelayanan publik, dan penegakan hukum. Wilayah ini memiliki batas-batas jelas, diatur undang-undang, dan berfungsi memudahkan koordinasi serta distribusi sumber daya. 6 contoh wilayah administratif di Indonesia Provinsi: Merupakan wilayah kerja gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Contoh: Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY. Kabupaten/Kota: Tingkat di bawah provinsi. Contoh: Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta. Kecamatan/Distrik: Wilayah di bawah kabupaten/kota. Desa/Kelurahan: Unit pemerintahan terkecil. Wilayah Administratif Khusus: Kota Administrasi di DKI Jakarta (seperti Jakarta Selatan) yang bukan daerah otonom. Dusun/Padukuhan: Unit administratif terendah

9 Contoh Wilayah Perencanaan di IKN

Wilayah perencanaan adalah ruang geografis yang ditentukan berdasarkan kesatuan fungsional, karakteristik fisik, atau administratif untuk tujuan pembangunan tertentu. Wilayah ini melintasi batas administratif demi keterpaduan pengelolaan, seperti kawasan perkotaan, DAS, atau kawasan khusus. Wilayah perencanaan (atau planning region) merupakan unit ruang geografis yang dibatasi secara khusus untuk kepentingan penyusunan dan pelaksanaan rencana pembangunan atau pengembangan ekonomi.  Wilayah ini sering kali melintasi batas-batas administratif resmi guna menangani masalah bersama, seperti kemacetan, banjir, atau distribusi sumber daya, agar pembangunan lebih efisien dan terintegrasi. Beberapa wilayah Perencanaan di Indonesia antara lain : Wilayah Fungsional (Metropolitan/Jabodetabek): Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang direncanakan secara terpadu untuk transportasi (MRT/LRT), pengendalian banjir, dan pemukiman. Wilayah Berbasis Ekosistem (Daerah Aliran Su...

5 Contoh Wilayah Fungsional

Wilayah fungsional (nodal region) adalah area yang dicirikan oleh interaksi aktif dan keterkaitan fungsional antara pusat kegiatan (node) dan wilayah sekitarnya (hinterland), umumnya bersifat dinamis dan heterogen. Karakteristik Wilayah Fungsional: Dinamis dan Aktif: Interaksi keruangan (arus manusia, barang, dan jasa) terjadi secara terus-menerus. Heterogen: Terdiri dari komponen yang berbeda, seperti gabungan desa dan kota. Berpusat (Nodal): Memiliki satu pusat (core) yang mengendalikan wilayah sekitarnya.  Contoh Wilayah Fungsional di Indonesia: Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi): Jakarta berfungsi sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, sementara kota satelit di sekitarnya berfungsi sebagai penyedia tenaga kerja dan hunian, dihubungkan oleh transportasi. Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan): Kawasan yang berpusat di Surabaya sebagai pusat layanan ekonomi dan industri di Jawa Timur. Wilayah Metropolitan Bandung: ...

2 Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap). Karakteristik Wilayah Formal : Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut. Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah. Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku.  1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami) Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi:  Wilayah Pegunungan Kapur (Karst) : Wilayah dengan karakteristik tanah kapur. Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim. Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam. Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi.  2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia:  Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebara...

5 Bentuk Wilayah

Jenis wilayah dibagi berdasarkan karakteristik keseragaman, fungsi, dan persepsi. Tiga jenis utama wilayah adalah wilayah formal (homogen/statis), wilayah fungsional (nodal/dinamis), dan wilayah vernakuler (perseptual). Pemahaman ini penting untuk mempelajari tata ruang dan pusat pertumbuhan. 1. Wilayah Formal (Uniform Region/Homogen): Wilayah formal (uniform region) adalah wilayah geografis yang dicirikan oleh keseragaman atau homogenitas tertentu, baik berdasarkan kriteria fisik (alamiah) maupun sosial budaya, dan bersifat statis. Karakteristik: Memiliki keseragaman atau kesamaan fisik maupun sosial tertentu, bersifat statis (pasif), dan batasnya cenderung tetap. Contoh: Wilayah pegunungan kapur, wilayah pertanian padi, wilayah iklim tropis, dan wilayah suku Sunda. 2. Wilayah Fungsional (Nodal Region/Heterogen): Wilayah fungsional (atau nodal region) adalah kawasan geografis yang terintegrasi secara internal, ditandai oleh interaksi intensif, ketergantungan antarbagian (pusat dan sat...

4 Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta

Fungsi Pembuatan Peta. Peta mempunyai beberapa fungsi antara lain: menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi, dengan membaca peta kita dapat mengetahui lokasi relatif suatu wilayah yang kita lihat, misal : Propinsi Jawa Barat terletak di antara propinsi Jawa Tengah dan propinsi Banten Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di antara propinsi Nusat Tenggara Barat (NTB) dan negara Timor Leste memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta, menyajikan data tentang potensi suatu daerah, misalnya : memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi. Tujuan Pembuatan Peta. Tujuan pembuatan peta antara lain sebagai berikut: membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan, analisis data spasial, misalnya perhitungan volume, menyim...

4 Pengertian Peta

Peta adalah gambaran umum (konvensional) permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi dengan tulisan serta simbol sebagai keterangan. Ilmu yang mempelajari tentang peta adalah Kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam bidang pembuatan peta disebut kartograf. Beberapa definisi peta menurut para ahli adalah sebagi berikut : 1. Menurut ICA (International Cartographic Association) Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan. 2. Menurut Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. 3. Menurut Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibua...

8 Pengertian Wilayah Menurut Para Pakar Geografi

  A.J. Herbertson: Wilayah adalah satuan kompleks dari tanah, air, udara, tumbuhan, hewan, dan manusia yang memiliki hubungan khusus dan membentuk ciri unik di permukaan bumi. M.M. Fenneman: Wilayah adalah area dengan kenampakan permukaan yang sejenis dan dapat dibedakan dari daerah sekitarnya. R.E. Dickinson: Wilayah adalah daerah dengan kondisi fisik tertentu yang memungkinkan terciptanya tipe-tipe ekonomi tertentu. Taylor: Wilayah adalah bagian dari permukaan bumi yang menunjukkan sifat seragam dan dapat dibedakan dari area lain W.I.G. Joerg: Wilayah adalah area dengan kondisi fisik yang seragam atau homogen. R. Bintarto : wilayah adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari wilayah lain, yang dibentuk oleh unsur-unsur fisiografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural. Paul Vidal de la Blache : Wilayah adalah suatu tempat yang di dalamnya terdapat berbagai hal yang berbeda-beda, tetapi unsur-unsur tersebut saling menyesuaikan untuk ...

3 Letak Indonesia Berdasarkan Potensi Maritim

Wilayah Indonesia yang didominasi oleh perairan dengan perbandingan luas wilayah daratan hanya 1/3 dengan luas wilayah perairan memiliki potensi besar yang dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam berbagai perannya dengan berbagai kegiatan hubungan Internasional terutama di bidang ekonomi dan perdagangan. Hal ini juga tak lepas dari letak wilayah Indonesia yang strategis dalam berbagai aspek, antara lain : 1. Letak Astronomis Letak astronomis adalah letak suatu wilayah yang mendasarkan pada posisi garis lintang dan garis bujur. Berdasarkan letak astronomisnya wilayah Indonesia terletak di antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT. Kota Sabang di Pulau merupakan kota terluar Indonesia di wilayah paling barat dan kota Merauke sebagai kota terluar di wilayah paling timur. Daerah terluar di sebelah utara adalah pulau Miangas sedangkan daerah terluar di selatan adalah pulau Rote. Keuntungan letak Astronomis Indonesia: Memiliki iklim yang cenderung stabil dan tidak bersifat ekstrim ...

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

8 Manfaat Ilmu Geografi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilmu geografi dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan hubungan antar gejala permukaan bumi, misalnya di bidang : 1. Pertanian – Usaha Peningkatan Produkt ifitas Pertanian merupakan sistem keruangan yang terdiri dari aspek fisik dan manusia. Aspek fisik antara lain : lahan, iklim, air dan udara. Aspek manusia meliputi tenaga kerja, tradisi, teknologi dan ekonomi masyarakat. Analisis hubungan antara aspek fisik dengan manusia pada bidang pertanian bermanfaat untuk menyusun sistem diversifikasi tanaman pada lahan pertanian, yang penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan lahan agar produktivitas tetap tinggi 2. Industri – Penentuan Lokasi Merupakan tinjauan terhadap aspek industri pada hubungan antara aspek fisik dan manusia. Aspek fisik yang bepengaruh terhadap kegiatan industri misalnya lahan, bahan baku dan sumber daya energi. Sedangkan aspek manusia yang penting untuk kegiatan industri adalah tenaga kerja, tradisi, teknologi, konsumen dan pasar. Hasil analisis hubungan digunakan untuk...