Langsung ke konten utama

5 Obyek Material Geografi


Obyek Material Geografi adalah segala sesuatu yang tedapat di bumi baik benda mati maupun makhluk hidup dan lingkungannya. Objek material geografi ini sering disebut dengan Geosfer.

Cakupan objek material (geosfer) yang dibahas dalam ilmu geografi di kelompokkan dalam 5 lapisan geosfer, antara lain :

  1. Lithosfer
    Lithosfer adalah bagian geosfer yang berupa lapisan batuan penyusun kulit bumi yang berkaitan dengan aktifitas tenaga dari dalam bumi atau tenaga endogen yang membentuk permukaan bumi (tektonisme, vulkanisme dan seisme) dan aktifitas tenaga dari luar bumi atau tenaga eksogen yang merusak lapisan batuan hasil bentukan tenaga endogen (pelapukan, erosi, sedimentasi dan mass wasting).
    Dalam lithosfer terdapat kajian khusus terhadap hasil akhir aktifitas tenaga tenaga endogen dan eksogen yaitu tanah. Tanah dikaji secara khusus dalam lapisan permukaan bumi tentang tanah yaitu pedhosfer.

  2. Atmosfer
    Atmosfer adalah bagian dari geosfer yang meliputi lapisan udara yang menyelimuti permukaan bumi. Lapisan udara dalam atmosfer ini merupakan faktor yang mendukung terjadinya kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan  di bumi. Tidak semua jenis udara yang terdapat di bumi dapat mendukung kehidupan. Beberapa jenis udara yang mendukung kelangsungan hidup misalnya adalah oksigen (O2) untuk bernafas manusia dan hewan, karbondioksida (CO2) dan nitrogen untuk bahan fotosintesis tumbuhan.
    Lapisan-lapisan udara yang terdapat di atmosef memiliki fungsi-fungsi vital dalam melindungi bumi misalnya sebagai penyeimbang suhu bumi, menahan radiasi sinar matahari yang berbahaya, membakar benda-benda dari luar angkasa sebelum masuk menabrak permukaan bumi.

  3. Hidrosfer
    Hidrosfer adalah bagian geosfer yang berupa lapisan air yang terdapat di permukaan bumi meliputi perairan darat dan perairan laut. Lapisan ini menempati kurang lebih 60% dari seluruh permukaan bumi sehingga dapat menyeimbangkan suhu di permukaan bumi, menjaga bumi tetap hangat di malam hari dan menjaga tetap sejuk pada siang hari.
    Fenomena geosfer yang dikaji pada lapisan hidrosfer ini misalnya air tanah, sungai, rawa, danau, dan gletser pada perairan darat. Sedangkan pada perairan laut misalnya mengkaji tentang arus laut, ombank dan gelombang, jenis laut, zona laut, salinitas laut dan morfologi dasar laut. Siklus hidrologi juga merupakan kajian utama dalam lapisan hidrosfer.

  4. Biosfer
    Biosfer adalah bagian geosfer yang merupakan lapisan kehidupan berupa ekosistem, flora fauna dan interaksi di dalamnya. Biosfer mengkaji persebaran ekosistem, flora dan fauna yang terdapat di muka bumi, kekhasan yang ada di setiap ekosistem yang membedakan dengan ekosistem lainnya.
    Merupakan sistem kehidupan paling besar karena merupakan gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Sistem mencakup seluruh makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.

  5. Antroposfer
    Antroposfer adalah bagian geosfer yang berupa lapisan manusia dan kehidupannya di permukaan bumi. Dalam hal ini geografi mempelajari persebaran aneka budaya dan ragam fisik manusia dalam ruang (wilayah). Lapisan antroposfer merupakan lapisan utama atau lapisan sentral dari lapisan geosfer yang lain, karena dapat memberi pengaruh yang besar terhadap lapisan yang lain baik pengaruh yang membangun dan menguntungkan maupun merusak dan merugikan.
    Fenomena geosfer yang berkaitan dengan antroposfer misalnya adalah tentang pertumbuhan kependudukan (kelahiran, kematian dan migrasi), berbagai aktifitas manusia dalam memanfaatkan lapisan geosfer yang lain misalnya pemanfaatan sumber daya alam untuk kelangsungan hidup yang berkelanjutan.

Postingan populer dari blog ini

9 Analisis Dalam Pendekatan Keruangan

Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.  Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer. 1. Analisis Pola Keruangan (Spatial Pattern Analysis) Analisis pola keruangan menekankan pada sebaran atau distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Analisis pola keruangan berpedoman pada prinsip persebaran bahwa fenomena geosfer yang terjadi di suatu wilayah tersebar secara tidak merata. Tidak meratanya persebaran itu disebabkan oleh elemen-elemen pembentuk ruang yang juga tersebar tidak merata.   2. Analisis Struktur Keruangan (Spatial Structure Analysis) Analisi...

Pertemuan MGMP Februari 2026 : "Pembelajaran Geografi yang Inovatif"

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pertemuan rutin bulanan pada Senin, 9 Februari 2026. Bertempat di MAN 3 Kulonprogo, pertemuan kali ini mengusung tema "Berbagi Praktik Baik: Model Pembelajaran" yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan para guru geografi dalam menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru geografi dari berbagai MA se-DIY ini menghadirkan dua narasumber praktisi, yakni Ibu Dhany Melyana, S.Pd. dan Bapak Achmad Baidowi, S.Pd., keduanya merupakan guru Geografi dari MAN 1 Yogyakarta. Dalam sesi berbagi pengalaman, Ibu Dhany Melyana memaparkan penerapan model pembelajaran Project Exhibition pada materi Mitigasi Bencana di kelas XI. Ia menjelaskan bagaimana model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman teoritis siswa tentang kebencanaan, tetapi juga melatih mereka untuk menghasilkan karya nyata...

2 Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal (uniform region) adalah area geografis yang memiliki keseragaman atau homogenitas berdasarkan kriteria fisik (alami) maupun sosial budaya, serta cenderung bersifat statis (tetap). Karakteristik Wilayah Formal : Homogenitas: Adanya keseragaman dalam wilayah tersebut. Statis: Bentuk kenampakan relatif tetap dan tidak mudah berubah. Batas Jelas: Umumnya dibatasi oleh batasan administratif atau fisik yang baku.  1. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Fisik (Alami) Didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi:  Wilayah Pegunungan Kapur (Karst) : Wilayah dengan karakteristik tanah kapur. Wilayah Beriklim Dingin: Wilayah yang memiliki kesamaan iklim. Wilayah Vegetasi Mangrove: Wilayah pesisir dengan vegetasi seragam. Wilayah Dataran Tinggi/Rendah: Berdasarkan bentuk muka bumi.  2. Wilayah Formal Berdasarkan Kriteria Sosial Budaya Didasarkan pada aktivitas, adat, atau administrasi manusia:  Wilayah Suku Banjar: Wilayah persebara...